Tentang PROGLAT
Program Latihan atau PROGLAT adalah program pelatihan kerja yang diselenggarakan secara resmi oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas. PROGLAT hadir sebagai wujud nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang siap menghadapi tantangan dunia kerja yang dinamis dan terus berkembang.
Dalam era revolusi industri 4.0 dan menuju era Society 5.0, kebutuhan akan tenaga kerja yang kompeten, adaptif, dan terampil semakin meningkat. PROGLAT hadir menjawab tantangan tersebut dengan menyediakan program pelatihan yang relevan, berbasis kompetensi, dan link and match dengan kebutuhan industri terkini.
Sejarah dan Perkembangan
Sejarah program pelatihan kerja di Indonesia dimulai sejak tahun 1960-an, ketika pemerintah mulai menyadari pentingnya pengembangan keterampilan tenaga kerja untuk mendukung pembangunan nasional. Balai Latihan Kerja (BLK) pertama di Indonesia didirikan sebagai cikal bakal sistem pelatihan vokasi yang terstruktur.
Pada tahun 1977, Departemen Tenaga Kerja secara resmi melembagakan program pelatihan kerja dengan mendirikan BLK di berbagai daerah. Memasuki dekade 1990-an, program pelatihan diperkuat dengan penerapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang menjadi acuan mutu pelatihan secara nasional.
Transformasi besar terjadi pada tahun 2014 dengan lahirnya Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang memberikan legitimasi sertifikasi kompetensi bagi lulusan program pelatihan. Sejak 2019, Kemnaker RI melakukan revitalisasi besar-besaran terhadap BLK dengan program "Revitalisasi BLK" yang mencakup modernisasi fasilitas, pembaruan kurikulum, dan peningkatan kapasitas instruktur.
Pada tahun 2022, PROGLAT resmi diluncurkan sebagai brand tunggal yang mengkonsolidasikan seluruh program pelatihan kerja di bawah Kemnaker RI, dengan platform digital terintegrasi yang memudahkan akses pendaftaran dan informasi bagi seluruh masyarakat Indonesia.
Visi PROGLAT
"Menjadi program pelatihan kerja terdepan di Asia Tenggara yang menghasilkan tenaga kerja Indonesia kompeten, produktif, dan berdaya saing global pada tahun 2030."
Misi PROGLAT
- Meningkatkan aksesibilitas pelatihan — Menjamin setiap warga negara Indonesia, tanpa terkecuali, mendapatkan akses terhadap program pelatihan kerja yang berkualitas dan terjangkau.
- Relevansi dengan industri — Memastikan kurikulum dan materi pelatihan selalu relevan dengan kebutuhan industri melalui proses konsultasi berkelanjutan dengan pelaku usaha dan asosiasi industri.
- Standarisasi mutu — Menerapkan standar mutu pelatihan yang konsisten mengacu pada SKKNI, BNSP, dan standar internasional untuk menjamin kualitas lulusan yang diakui dunia.
- Pengembangan instruktur — Meningkatkan kompetensi instruktur pelatihan secara berkesinambungan melalui sertifikasi, magang industri, dan pendidikan lanjutan.
- Digitalisasi layanan — Memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan layanan pelatihan melalui e-learning, pelatihan hybrid, dan sistem informasi manajemen pelatihan yang terintegrasi.
Nilai-Nilai Organisasi
PROGLAT beroperasi berdasarkan nilai-nilai inti yang menjadi fondasi seluruh kegiatan dan layanan:
- Integritas — Mengedepankan kejujuran, transparansi, dan akuntabilitas dalam seluruh proses penyelenggaraan pelatihan.
- Profesionalisme — Memberikan layanan pelatihan dengan standar tertinggi oleh instruktur dan tenaga ahli yang berpengalaman dan terserifikasi.
- Inklusivitas — Memastikan program pelatihan dapat diakses oleh semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas, masyarakat pedesaan, dan kelompok rentan.
- Inovasi — Terus berinovasi dalam metode, kurikulum, dan teknologi pelatihan untuk mengikuti perkembangan kebutuhan industri dan dunia kerja.
- Kolaborasi — Membangun kemitraan strategis dengan industri, lembaga pendidikan, pemerintah daerah, dan organisasi internasional untuk memperkuat ekosistem pelatihan vokasi.
Landasan Hukum
Penyelenggaraan PROGLAT didasarkan pada berbagai peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, antara lain:
- Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
- Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional
- Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI)
- Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 5 Tahun 2015 tentang Standar Penyelenggaraan Pelatihan Berbasis Kompetensi
- Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 17 Tahun 2016 tentang Tata Cara Perizinan dan Pendaftaran Lembaga Pelatihan Kerja
- Keputusan Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas tentang Juknis Penyelenggaraan PROGLAT
Struktur Program
PROGLAT mengorganisasikan program pelatihan dalam beberapa klaster utama yang mencakup berbagai bidang keterampilan dan kejuruan:
- Klaster Konstruksi dan Infrastruktur — Meliputi teknik sipil, desain arsitektur, manajemen proyek konstruksi, dan pekerjaan bangunan gedung.
- Klaster Manufaktur dan Industri — Mencakup teknik mesin, teknik elektro, otomasi industri, dan pengelasan.
- Klaster Pertanian dan Kelautan — Meliputi agribisnis, pertanian modern, budidaya perikanan, dan pengolahan hasil laut.
- Klaster Teknologi Informasi — Mencakup pemrograman komputer, keamanan siber, desain grafis, dan pemasaran digital.
- Klaster Pariwisata dan Hospitality — Meliputi perhotelan, tata boga, pemandu wisata, dan event organizer.
- Klaster Jasa dan Keuangan — Mencakup perbankan, asuransi, logistik, dan kewirausahaan.
- Klaster Ekonomi Hijau — Meliputi energi terbarukan, pengelolaan lingkungan, dan praktik bisnis berkelanjutan.
Capaian dan Prestasi
Sejak pertama kali diluncurkan, PROGLAT telah mencatat sejumlah capaian yang membanggakan:
- Melatih lebih dari 250.000 tenaga kerja per tahun di seluruh Indonesia
- Tingkat penyerapan lulusan ke pasar kerja mencapai 87% dalam 6 bulan setelah pelatihan
- Menerbitkan lebih dari 180.000 sertifikat kompetensi BNSP per tahun
- Menjalin kemitraan dengan lebih dari 1.500 perusahaan industri di berbagai sektor
- Mengoperasikan lebih dari 300 BLK yang tersebar di 34 provinsi
- Meraih penghargaan dari ILO (International Labour Organization) atas inovasi program pelatihan berbasis kompetensi
- Menjadi rujukan program pelatihan vokasi bagi negara-negara ASEAN
Kemitraan Strategis
PROGLAT menjalin kemitraan dengan berbagai pihak untuk memperkuat kualitas dan jangkauan program pelatihan:
- Kementerian dan Lembaga Pemerintah — Kemendikbud, BPJS Ketenagakerjaan, BNP2TKI, dan Kementerian BUMN
- Perusahaan BUMN — Pertamina, PLN, Telkom, Bank BRI, Bank Mandiri, dan lainnya
- Asosiasi Industri — Kadin, APINDO, PHRI, ASITA, dan berbagai asosiasi sektoral
- Lembaga Internasional — ILO, GIZ (Jerman), JICA (Jepang), ADB, dan World Bank
- Perguruan Tinggi — Universitas Indonesia, ITB, UGM, ITS, dan berbagai politeknik negeri
Tahun Berdirinya BLK Pertama di Indonesia
PROGLAT Resmi Diluncurkan sebagai Brand Nasional
Program Pelatihan Tersedia di Seluruh Indonesia
Perusahaan Mitra Penyerap Lulusan